Jumat, 13 September 2013

Will Always Love You Dragon Ball Version


Sistem Ekskresi Pada Manusia




Sistem Ekskresi Pada Manusia - Sistem ekskresi merupakan sistem dalam tubuh kita yang berfungsi mengeluarkan zat-zat yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh dan zat yang keberadaannya dalam tubuh akan mengganggu tubuh kita. 

Alat-alat ekskresi pada manusia meliputi organ-organ atau bagian tubuh tertentu, yaitu paru-paru, hati, ginjal dan kulit.

1. Paru-paru

Paru-paru sebagai organ untuk bernapas mengeluarkan zat sisa pernapasan berupa CO2 dan uap air. Zat-zat ini berasal dari jaringan tubuh yang dibawa oleh darah dan dikeluarkan oleh paru-paru.

2. Hati

Hati merupakan organ tubuh yang berbentuk dua bongkahan berwarna merah dan terletak di rongga perut sebelah kanan. Hati mampu merombak protein dan zat sisa seperti ureum. Dalam hati terjadi perombakan sel darah merah. Zat besi (Fe), dan globin (Sejenis protein). Zat besi dan globin dipergunakan lagi dalam pembentukan sel darah merah baru, sedangkan Hemin akan diubah menjadi zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin) dan kemudian dibuang bersama urin.

Empedu yang dihasilkan hati tersusun atas ait, garam-garam mineral, urea, bilirubin disalurkan ke dalam kantung empedu dan kemudian akan masuk ke dalam usus halus. Cairan empedu yang dimanfaatkan di usus adalah garam-garam empedu (berwana kuning kehijauan), akan dikeluarkan bersama-sama feses dan urin.

3. Ginjal

Ginjal manusia merupakan organ yang jumlahnya sepasang. Letak ginjal di dalam rongga perut ke arah bagian belakang. Kedudukan ginjal sebelah kiri lebih tinggi sedikit daripada ginjal kanan. Dari ginjal keluar sepasang saluran yang disebut ureter, yaitu saluran yang berisi urin dari ginjal. Ureter akan menuju ke kandung kemih. 

Dari kandung kemih, urin disalurkan keluar melalui saluran yang disebut uretra. Ginjal manusia berbentuk seperti kacang merah. Jika dibelah secara membujur, ginjal terdiri atas tiga lapisan, yakni korteks (kulit ginjal), medula (sumsum ginjal, dan pelvis (rongga ginjal).

Pada dasarnya, ginjal terdiri atas ribuan saringan kecil yang disebut nefron. Suatu nefron terdiri atas kapsula Bowman, tubulus proksimal, tubulus distal, dan lengkung Henle. Di dalam kapsula Bowman terdapat glomerulus. Pembentukan urine atau air seni akan melewati bagian-bagian tersebut. Pembentukan urine terjadi melalui tiga tahap, yakni filtrasi (penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan sekresi (pengeluaran).

Setiap saat, ginjal senantiasa menyaring darah sehingga selalu terbentuk urine. Pada glomerulus, darah akan disaring dan dihasilkan air serta bahan terlarut lainnya (filtrasi). Hasil penyaringan tersebut akan mengalir melalui tubulus proksimal, lengkung Henle, dan tubulus distal. 

Pada tempat tersebut, terjadi penyerapan kembali bahan-bahan yang masih diperlukan tubuh (reabsorpsi). Selain itu, terjadi juga pengeluaran bahan-bahan yang tidak diperlukan tubuh (sekresi) sehingga terbentuklah urine. Selanjutnya, urine akan mengalir menuju pelvis, ureter, kandung kemih, uretra, dan dikeluarkan dari tubuh. Urine dari rongga ginjal, menuju ke kandung kemih melalui ureter. Saat kandung kemih penuh maka dindingnya menjadi tegang. 

Hal ini akan merangsang kita untuk membuang urine. Saat dinding kandung kemih tegang, dinding saluran urin (uretra) berelaksasi. Pengeluaran urin sesuai kehendak kita, yaitu dengan memerintahkan otot spinkter di ujung uretra untuk berkontraksi atau berelaksasi. Bila diperintahkan untuk kontraksi maka urin akan tertahan. Sebaliknya, bila relaksasi urin akan dikeluarkan.

4. Kulit

Kulit mempunyai fungsi utama sebagai pelindung tubuh. Kulit melindungi tubuh dari perubahan lingkungan, sinar yang membakar tubuh, kuman penyakit, dan zat-zat kimia. Kulit pun dapat berfungsi sebagai alat ekskresi. Struktur kulit terdiri atas lapisan epidermis dan dermis. 

Epidermis bagian terluar biasanya merupakan bagian yang tersusun dari sel-sel mati sehingga mudah mengelupas. Pergantian lapisan epidermis dilakukan oleh lapisan sel-sel hidup, yang disebut lapisan Malphigi. Warna kulit seseorang ditentukan oleh pigmen yang terkandung di dalam sel-sel lapisan Malphigi. Sel-sel ini disuplai makanan dan oksigen oleh pembuluh kapiler yang ada di bawahnya.

Dermis atau kulit jangat merupakan lapisan kulit tempat terdapatnya akar rambut, kelenjar minyak, saraf, pembuluh darah, jaringan lemak dan kelenjar keringat. Bagian pangkal akar rambut berupa kantong yang disebut folikel rambut. Pada akar rambut, menempel otot polos. 

Otot polos ini saat berkontraksi akan membuat rambut menjadi tegak. Pada folikel terdapat papilla rambut, yaitu jaringan yang selalu membelah dan membuat rambut semakin panjang terutama pada rambut yang tumbuh di kepala. 

Pada rambut terdapat pigmen yang memberikan warna kepada rambut. Kelenjar minyak pada kulit berfungsi untuk meminyaki rambut dan permukaan kulit sehingga terjaga dari pengaruh suhu yang tinggi atau keadaan kekeringan dari lingkungan. Saraf pada kulit berfungsi sebagai organ reseptor dari rangsang panas, dingin, tekanan, dan rasa sakit. Pembuluh darah dalam kulit penting untuk menyuplai makanan dan oksigen pada jaringan yang ada dalam dermis.

Jaringan lemak berfungsi sebagai isolator tubuh, sehingga orang yang mempunyai lapisan lemak tebal di bawah kulitnya lebih tahan terhadap cuaca dingin. Kelenjar keringat berbentuk seperti saluran yang bergulung tak teratur dengan kapiler-kapiler darah. 

Kelenjar keringat menyerap air dan garam-garam dari kapiler darah. Penyerapan ini berlangsung lebih banyak apabila pembuluh kapiler melebar. Melebarnya pembuluh kapiler bisa diakibatkan oleh suhu badan lebih tinggi dari lingkungan.

Gangguan pada Sistem Ekskresi

Apabila terjadi penyumbatan saluran kantung empedu, cairan empedu akan masuk ke peredaran darah, sehingga darah akan berwarna kekuning-kuningan (sakit kuning). Sebaliknya, feses berwarna coklat abu-abu (bukan kuning). Penyakit pada hati ini disebut hepatitis. Penyakit ini ada yang disebabkan oleh virus dan ada pula yang disebabkan oleh beban kelenjar hati yang terlalu berat.

Air dan garam-garam mineral akan dikeluarkan melalui pori-pori kelenjar keringat. Pengeluaran keringat yang berlebihan akan menyebabkan "lapar garam". Kurangnya kadar garam dalam darah akan menyebabkan kekejangan dan pingsan. 

Kegiatan kelenjar keringat dipengaruhi oleh pengatur suhu tubuh yang berada di dalam otak (hipotalamus). Dalam keadaan suhu tubuh yang lebih tinggi (akibat aktivitas tubuh yang tinggi, misalnya olahraga atau sakit panas), maka banyak keringat yang keluar. Keringat di permukaan tubuh akan menguap dengan mengambil panas tubuh. 

Dengan demikian, suhu tubuh akan kembali dingin (normal). Keluarnya air menyebabkan tubuh kekurangan air dan otak memberi tanda /sinyal rasa haus pada tubuh. Urin seseorang dapat mengandung gula yang disebabkan faktor tertentu sehingga dikatakan menderita diabetes mellitus atau sakit gula atau kencing manis.

Dalam sehari kita sebaiknya minum minimal 8 gelas air untuk membantu proses penyaringan oleh ginjal. Kekurangan air dapat menyebabkan pengendapan zat sisa di dalam ginjal atau kandung kemih yang dapat membentuk batu ginjal.

. Albuminuria

Albuminuria adalah gangguan yang terjadi pada ginjal sehingga urine mengandung protein. Di dalam urine normal, sebenarnya tidak mengandung senyawa protein, asam amino, ataupun glukosa. Oleh karena itu, gangguan ini menunjukkan bila alat filtrasi pada ginjal telah rusak.

b. Nefritis (radang ginjal)

Nefritis adalah kerusakan pada ginjal akibat glomerulus terinfeksi bakteri Streptococcus. Glomerulus rusak mengakibatkan urea dan asam urat masuk lagi ke dalam darah. Akibatnya penderita akan mengalami uremia. Indikasi penyakit ini yakni adanya penimbunan air pada kaki atau edema yang terjadi karena proses penyerapan air terganggu.

c. Poliuria

Poliuria adalah gangguan yang terjadi karena ke mampuan rendah nefron melakukan reabsorpsi. Akibat gangguan ini, urine yang dikeluarkan oleh tubuh amat banyak dan encer.

d. Oligouria

Oligouria adalah kerusakan ginjal yang menyebabkan penderita mengeluarkan urine dalam jumlah sangat sedikit atau bisa juga sama sekali tidak ada (anura).

e. Diabetes melitus (kencing manis) 

Diabetes melitus adalah gangguan yang disebabkan oleh adanya kandungan gula dalam urine. Kurangnya hormon insulin dari pankreas menjadikan kadar gula dalam darah sangat tinggi.

f. Diabetes insipidus

Diabetes insipidus adalah gangguan ginjal yang menyebabkan penderita mengeluarkan banyak urine. Penyakit ini dapat terjadi karena penderita kekurangan hormon antidiuretika (ADH) yang disekresikan kelenjar hipofi sis. Apabila hormon ADH seseorang berkurang, jumlah urine yang dihasikan dapat naik 20- 30 kali lipat.

g. Batu ginjal

Batu ginjal adalah batu yang terbentuk dari adanya pengedapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih. Bentuk batu ginjal seperti kristal yang tidak dapat larut. Kandungan zat yang ada di dalamnya adalah kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Penyebab adanya endapan garam ini karena penderita terlalu banyak mengkonsumsi garam mineral, sedangkan air dikonsumsi hanya sedikit. Selain itu, dipengaruhi perilaku buruk penderita yang sering menahan buang air kecil.

h. Hematuria

Hematuria adalah peradangan atau iritasi gesekan batu ginjal pada organ urinaria sehingga menyebabkan urine mengandung darah.

i. Jerawat

Jerawat adalah gangguan pada kulit karena kelenjar minyak memproduksi minyak secara berlebihan dan biasanya muncul pada masa puber.

j. Eksim atau dermatis

Dermatis adalah gangguan kulit yang disebabkan iritasi, stres bawaan, atau juga alergi.

k. Panu dan kurap

Panu dan kurap adalah gangguan kulit yang menjadikan kulit kering kemerahan (pada kurap), putih (panu), gatal-gatal, dan bersisik.

l. Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan sel-sel hati yang disebabkan oleh adanya virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Penyakit ini dapat menjadi kronis, terutama hepatitis B dan C. Sedangkan hepatitis A dan E, umumnya bisa disembuhkan. Apabila kondisi dialami penderita hepatitis B semakin parah, penyakitnya dapat meningkat menjadi hepatitis D.



Nama Nama Mata UangdanSimbol Mata UangDunia




Country / Negara
Currency / Mata Uang
ISO-4217
Symbol
A
Afghanistan
Afghan afghani
AFN
Albania
Albanian lek
ALL
Algeria
Algerian dinar
DZD
American Samoa
see United States
Andorra
see Spain and France
Angola
Angolan kwanza
AOA
Anguilla
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Antigua and Barbuda
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Argentina
Argentine peso
ARS
Armenia
Armenian dram
AMD
Aruba
Aruban florin
AWG
ƒ
Australia
Australian dollar
AUD
$
Austria
European euro
EUR
Azerbaijan
Azerbaijani manat
AZN
B
Bahamas
Bahamian dollar
BSD
B$
Bahrain
Bahraini dinar
BHD
Bangladesh
Bangladeshi taka
BDT
Barbados
Barbadian dollar
BBD
Bds$
Belarus
Belarusian ruble
BYR
Br
Belgium
European euro
EUR
Belize
Belize dollar
BZD
BZ$
Benin
West African CFA franc
XOF
CFA
Bermuda
Bermudian dollar
BMD
BD$
Bhutan
Bhutanese ngultrum
BTN
Nu.
Bolivia
Bolivian boliviano
BOB
Bs.
Bosnia-Herzegovina
Bosnia and Herzegovina konvertibilnamarka
BAM
KM
Botswana
Botswana pula
BWP
P
Brazil
Brazilian real
BRL
R$
British Indian Ocean Territory
see United Kingdom
Brunei
Brunei dollar
BND
B$
Bulgaria
Bulgarian lev
BGN
Burkina Faso
West African CFA franc
XOF
CFA
Burma
see Myanmar
Burundi
Burundi franc
BIF
FBu
C
Cambodia
Cambodian riel
KHR
Cameroon
Central African CFA franc
XAF
CFA
Canada
Canadian dollar
CAD
$
Canton and Enderbury Islands
see Kiribati
Cape Verde
Cape Verdean escudo
CVE
Esc
Cayman Islands
Cayman Islands dollar
KYD
KY$
Central African Republic
Central African CFA franc
XAF
CFA
Chad
Central African CFA franc
XAF
CFA
Chile
Chilean peso
CLP
$
China
Chinese renminbi
CNY
¥
Christmas Island
see Australia
Cocos (Keeling) Islands
see Australia
Colombia
Colombian peso
COP
Col$
Comoros
Comorian franc
KMF
Congo
Central African CFA franc
XAF
CFA
Congo, Democratic Republic
Congolese franc
CDF
F
Cook Islands
see New Zealand
Costa Rica
Costa Rican colon
CRC
?
Côte d’Ivoire
West African CFA franc
XOF
CFA
Croatia
Croatian kuna
HRK
kn
Cuba
Cuban peso
CUC
$
Cyprus
European euro
EUR
Czech Republic
Czech koruna
CZK
K?
D
Denmark
Danish krone
DKK
Kr
Djibouti
Djiboutian franc
DJF
Fdj
Dominica
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Dominican Republic
Dominican peso
DOP
RD$
Dronning Maud Land
see Norway
E
East Timor
see Timor-Leste
Ecuador
uses the U.S. Dollar
Egypt
Egyptian pound
EGP
£
El Salvador
uses the U.S. Dollar
Equatorial Guinea
Central African CFA franc
GQE
CFA
Eritrea
Eritrean nakfa
ERN
Nfa
Estonia
Estonian kroon
EEK
KR
Ethiopia
Ethiopian birr
ETB
Br
F
Faeroe Islands (Føroyar)
see Denmark
Falkland Islands
Falkland Islands pound
FKP
£
Fiji
Fijian dollar
FJD
FJ$
Finland
European euro
EUR
France
European euro
EUR
French Guiana
see France
French Polynesia
CFP franc
XPF
F
G
Gabon
Central African CFA franc
XAF
CFA
Gambia
Gambian dalasi
GMD
D
Georgia
Georgian lari
GEL
Germany
European euro
EUR
Ghana
Ghanaian cedi
GHS
Gibraltar
Gibraltar pound
GIP
£
Great Britain
see United Kingdom
Greece
European euro
EUR
Greenland
see Denmark
Grenada
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Guadeloupe
see France
Guam
see United States
Guatemala
Guatemalan quetzal
GTQ
Q
Guernsey
see United Kingdom
Guinea-Bissau
West African CFA franc
XOF
CFA
Guinea
Guinean franc
GNF
FG
Guyana
Guyanese dollar
GYD
GY$
H
Haiti
Haitian gourde
HTG
G
Heard and McDonald Islands
see Australia
Honduras
Honduran lempira
HNL
L
Hong Kong
Hong Kong dollar
HKD
HK$
Hungary
Hungarian forint
HUF
Ft
I
Iceland
Icelandic króna
ISK
kr
India
Indian rupee
INR
Indonesia
Indonesian rupiah
IDR
Rp
International Monetary Fund
Special Drawing Rights
XDR
SDR
Iran
Iranian rial
IRR
Iraq
Iraqi dinar
IQD
Ireland
European euro
EUR
Isle of Man
see United Kingdom
Israel
Israeli new sheqel
ILS
Italy
European euro
EUR
Ivory Coast
see Côte d’Ivoire
J
Jamaica
Jamaican dollar
JMD
J$
Japan
Japanese yen
JPY
¥
Jersey
see United Kingdom
Johnston Island
see United States
Jordan
Jordanian dinar
JOD

K
Kampuchea
see Cambodia
Kazakhstan
Kazakhstani tenge
KZT
T
Kenya
Kenyan shilling
KES
KSh
Kiribati
see Australia
Korea, North
North Korean won
KPW
W
Korea, South
South Korean won
KRW
W
Kuwait
Kuwaiti dinar
KWD
Kyrgyzstan
Kyrgyzstani som
KGS
L
Laos
Lao kip
LAK
KN
Latvia
Latvian lats
LVL
Ls
Lebanon
Lebanese lira
LBP
Lesotho
Lesotho loti
LSL
M
Liberia
Liberian dollar
LRD
L$
Libya
Libyan dinar
LYD
LD
Liechtenstein
uses the Swiss Franc
Lithuania
Lithuanian litas
LTL
Lt
Luxembourg
European euro
EUR
M
Macau
Macanese pataca
MOP
P
Macedonia (Former Yug. Rep.)
Macedonian denar
MKD
Madagascar
Malagasy ariary
MGA
FMG
Malawi
Malawian kwacha
MWK
MK
Malaysia
Malaysian ringgit
MYR
RM
Maldives
Maldivian rufiyaa
MVR
Rf
Mali
West African CFA franc
XOF
CFA
Malta
European Euro
EUR
Martinique
see France
Mauritania
Mauritanian ouguiya
MRO
UM
Mauritius
Mauritian rupee
MUR
Rs
Mayotte
see France
Micronesia
see United States
Midway Islands
see United States
Mexico
Mexican peso
MXN
$
Moldova
Moldovan leu
MDL
Monaco
see France
Mongolia
Mongolian tugrik
MNT
?
Montenegro
see Italy
Montserrat
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Morocco
Moroccan dirham
MAD
Mozambique
Mozambican metical
MZM
MTn
Myanmar
Myanma kyat
MMK
K


N
Nauru
see Australia
Namibia
Namibian dollar
NAD
N$
Nepal
Nepalese rupee
NPR
NRs
Netherlands Antilles
Netherlands Antillean gulden
ANG
NAƒ
Netherlands
European euro
EUR
New Caledonia
CFP franc
XPF
F
New Zealand
New Zealand dollar
NZD
NZ$
Nicaragua
Nicaraguan córdoba
NIO
C$
Niger
West African CFA franc
XOF
CFA
Nigeria
Nigerian naira
NGN
?
Niue
see New Zealand
Norfolk Island
see Australia
Northern Mariana Islands
see United States
Norway
Norwegian krone
NOK
kr
O
Oman
Omani rial
OMR
P
Pakistan
Pakistani rupee
PKR
Rs.
Palau
see United States
Panama
Panamanian balboa
PAB
B./
Papua New Guinea
Papua New Guinean kina
PGK
K
Paraguay
Paraguayan guarani
PYG
Peru
Peruvian nuevo sol
PEN
S/.
Philippines
Philippine peso
PHP
?
Pitcairn Island
see New Zealand
Poland
Polish zloty
PLN
Portugal
European euro
EUR
Puerto Rico
see United States
Q
Qatar
Qatari riyal
QAR
QR
R
Reunion
see France
Romania
Romanian leu
RON
L
Russia
Russian ruble
RUB
R
Rwanda
Rwandan franc
RWF
RF
S
Samoa (Western)
see Western Samoa
Samoa (America)
see United States
San Marino
see Italy
São Tomé and Príncipe
São Tomé and Príncipe dobra
STD
Db
Saudi Arabia
Saudi riyal
SAR
SR
Sénégal
West African CFA franc
XOF
CFA
Serbia
Serbian dinar
RSD
din.
Seychelles
Seychellois rupee
SCR
SR
Sierra Leone
Sierra Leonean leone
SLL
Le
Singapore
Singapore dollar
SGD
S$
Slovakia
European euro
EUR
Slovenia
European euro
EUR
Solomon Islands
Solomon Islands dollar
SBD
SI$
Somalia
Somali shilling
SOS
Sh.
South Africa
South African rand
ZAR
R
Spain
European euro
EUR
Sri Lanka
Sri Lankan rupee
LKR
Rs
St. Helena
Saint Helena pound
SHP
£
St. Kitts and Nevis
East Caribbean dollar
XCD
EC$
St. Lucia
East Caribbean dollar
XCD
EC$
St. Vincent and the Grenadines
East Caribbean dollar
XCD
EC$
Sudan
Sudanese pound
SDG
Suriname
Surinamese dollar
SRD
$
Svalbard and Jan Mayen Islands
see Norway
Swaziland
Swazi lilangeni
SZL
E
Sweden
Swedish krona
SEK
kr
Switzerland
Swiss franc
CHF
Fr.
Syria
Syrian pound
SYP
T
Tahiti
see French Polynesia
Taiwan
New Taiwan dollar
TWD
NT$
Tajikistan
Tajikistani somoni
TJS
Tanzania
Tanzanian shilling
TZS
Thailand
Thai baht
THB
?
Timor-Leste
uses the U.S. Dollar
Togo
West African CFA franc
XOF
CFA
Trinidad and Tobago
Trinidad and Tobago dollar
TTD
TT$
Tunisia
Tunisian dinar
TND
DT
Turkey
Turkish new lira
TRY
YTL
Turkmenistan
Turkmen manat
TMT
m
Turks and Caicos Islands
see United States
Tuvalu
see Australia
U
Uganda
Ugandan shilling
UGX
USh
Ukraine
Ukrainian hryvnia
UAH
United Arab Emirates
UAE dirham
AED
United Kingdom
British pound
GBP
£
United States of America
United States dollar
USD
US$
Upper Volta
see Burkina Faso
Uruguay
Uruguayan peso
UYU
$U
Uzbekistan
Uzbekistani som
UZS
V
Vanuatu
Vanuatu vatu
VUV
VT
Vatican
see Italy
Venezuela
Venezuelan bolivar
VEB
Bs
Vietnam
Vietnamese dong
VND
?
Virgin Islands
see United States
W
Wake Island
see United States
Wallis and Futuna Islands
CFP franc
XPF
F
Western Sahara
see Spain, Mauritania and Morocco
Western Samoa
Samoan tala
WST
WS$
Y
Yemen
Yemeni rial
YER
Z
Zaïre
see Congo, Democratic Republic
Zambia
Zambian kwacha
ZMK
ZK
Zimbabwe
Zimbabwean dollar
ZWR
Z$